Minggu, 09 Februari 2014

Air Terjun Coban Rondo, Plesiran Time #3



Salam Plesirers (plesiran), kali ini ane mau cerita tentang salah satu objek wisata di kota malang yang wajib ente kunjungi kalo pas lagi plesiran ke sana, namanya Air Terjun Coban Rondo. Apa yang tersirat ketika denger kata Coban Rondo? pasti taunya cuma Rondo-nya doank kan ? hahaha. Lokasi Coban Rondo ini terletak di desa Pandensari kecamatan Pujon kabupaten malang. Akses ke tempat ini gampang banget, secara jalannya mulus beraspal. tapi buat yang belum biasa ama jalan berkelok dan ga tahan jalan jauh ya siap-siap plastik aja siapa tau muntah dijalan hehe. yak seperti yang kita tau kalo akses ke sini melalui jalan raya arah Batu-Pujon yang banyak kelokan, tanjakan dan turunan yang lumayan bisa buat senam jantung. tapi pemandangan disekitar jalan tersebut bisa jadi obat takut selama diperjalanan. pokoknya selama dalam perjalanan ke sini kita bakal disuguhi pemandangan alam yang bagus bingit :). Oh iya, Air Terjun Coban Rondo ini tingginya sekitar 84 meter dan sekitar 1.135 mpdl. dan airnya berasal dari sumber di Cemoro Dudo Lereng gunung kawi.
Penasaran kan pengen tau lebih dalem tentang Air Terjun Coban Rondo? gini, ane jelasin sebisanya ya hehe.
Coban artinya Air terjun, Rondo artinya Janda. jadi Coban Rondo artinya janda lompat ke air terjun... (eh salah) :D . artinya "Air terjun janda" kalo diterjemahin ke bahasa manusia eh bahasa indonesia :).  konon Air terjun ini punya sejarah yang uniklah menurut ane. jadi kenapa bisa dinamakan Coban Rondo? menurut informasi yang ane dapet begini ceritanya.
bermula dari sepasang pengantin yang baru saja melangsungkan pernikahan. mempelai wanita bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi, sedangkan mempelai pria bernama Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjasmoro. Setelah usia pernikahan mereka menginjak usia 36 hari atau disebut dengan salapan (bahasa jawa). Dewi Anjarwati mengajak suaminya berkunjung ke Gunung Anjasmoro, yang merupakan asala dari suami. Namun orang tua Anjarwati melarang kedua mempelai pergi karena usia pernikahan mereka baru berusia 36 hari atau disebut selapan. namun kedua mempelai tersebut bersikeras pergi dengan resiko apapun yang terjadi di perjalanan.
ketika di tengah perjalanan keduanya dikejutkan dengan hadirnya Joko Lelono, yang tidak jelas asal-usulnya. Nampaknya Joko Lelono terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati, dan berusaha merebutnya. Akibatnya perkelahian antara Joko Lelono dengan Raden Baron Kusumo tidak terhindarkan. kepada para pembantunya atau disebut juga puno kawan yang menyertai kedua mempelai tersebut, Raden Baron Kusumo berpesan agar Dewi Anjarwati disembunyikan disuatu tempat yang terdapat di Coban atau Air Terjun. Perkelahian antara Raden Baron Kusumo dengan Joko Lelono berlangsung seru dan mereka berdua gugur. Akibatnya Dewi Anjarwati menjadi seorang janda yang dalam bahasa jawa disebut Rondo. Sejak itulah Coban atau air terjun tempat bersembunyi Dewi Anjarwati dikenal dengan Coban Rondo. Konon di bawah air terjun terdapat gua tempat tinggal persembunyian Dewi Anjarwati dan batu besar di bawah air terjun merupakan tempat duduk sang putri yang merenungi nasibnya.  
 
(sumber https://sites.google.com/site/wisataairterjun/jawa-timur/coban-rondo---pandansari---malang.

Nah itu dia asal-muasal kenapa dinamain Air Terjun Coban Rondo. Mungkin buat ente yang punya informasi lebih bisa dishare di bawah. supaya kita bisa saling tau :). Finally, buat yang belum pernah kesini suatu saat bolehlah ngesot atau jalan sambil salto ketempat ini biar greget hehehe.

Oke sampai ketemu di cerita plesiran berikutnya. salam :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar