Salam
Plesirers (plesiran), kali ini ane mau cerita tentang salah satu objek
wisata di kota malang yang wajib ente kunjungi kalo pas lagi plesiran ke
sana, namanya Air Terjun Coban Rondo. Apa yang tersirat ketika denger
kata Coban Rondo? pasti taunya cuma Rondo-nya doank kan ? hahaha. Lokasi
Coban Rondo ini terletak di desa Pandensari kecamatan Pujon kabupaten
malang. Akses ke tempat ini gampang banget, secara jalannya mulus
beraspal. tapi buat yang belum biasa ama jalan berkelok dan ga tahan
jalan jauh ya siap-siap plastik aja siapa tau muntah dijalan hehe. yak
seperti yang kita tau kalo akses ke sini melalui jalan raya arah
Batu-Pujon yang banyak kelokan, tanjakan dan turunan yang lumayan bisa
buat senam jantung. tapi pemandangan disekitar jalan tersebut bisa jadi
obat takut selama diperjalanan. pokoknya selama dalam perjalanan ke sini
kita bakal disuguhi pemandangan alam yang bagus bingit :). Oh iya, Air
Terjun Coban Rondo ini tingginya sekitar 84 meter dan sekitar 1.135
mpdl. dan airnya berasal dari sumber di Cemoro Dudo Lereng gunung kawi.
Penasaran kan pengen tau lebih dalem tentang Air Terjun Coban Rondo? gini, ane jelasin sebisanya ya hehe.
Coban
artinya Air terjun, Rondo artinya Janda. jadi Coban Rondo artinya janda
lompat ke air terjun... (eh salah) :D . artinya "Air terjun janda" kalo
diterjemahin ke bahasa manusia eh bahasa indonesia :). konon Air
terjun ini punya sejarah yang uniklah menurut ane. jadi kenapa bisa
dinamakan Coban Rondo? menurut informasi yang ane dapet begini
ceritanya.
bermula
dari sepasang pengantin yang baru saja melangsungkan pernikahan.
mempelai wanita bernama Dewi Anjarwati dari Gunung Kawi, sedangkan
mempelai pria bernama Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjasmoro. Setelah
usia pernikahan mereka menginjak usia 36 hari atau disebut dengan
salapan (bahasa jawa). Dewi Anjarwati mengajak suaminya berkunjung ke
Gunung Anjasmoro, yang merupakan asala dari suami. Namun orang tua
Anjarwati melarang kedua mempelai pergi karena usia pernikahan mereka
baru berusia 36 hari atau disebut selapan. namun kedua mempelai tersebut
bersikeras pergi dengan resiko apapun yang terjadi di perjalanan.
ketika
di tengah perjalanan keduanya dikejutkan dengan hadirnya Joko Lelono,
yang tidak jelas asal-usulnya. Nampaknya Joko Lelono terpikat dengan
kecantikan Dewi Anjarwati, dan berusaha merebutnya. Akibatnya
perkelahian antara Joko Lelono dengan Raden Baron Kusumo tidak
terhindarkan. kepada para pembantunya atau disebut juga puno kawan yang
menyertai kedua mempelai tersebut, Raden Baron Kusumo berpesan agar Dewi
Anjarwati disembunyikan disuatu tempat yang terdapat di Coban atau Air
Terjun. Perkelahian antara Raden Baron Kusumo dengan Joko Lelono
berlangsung seru dan mereka berdua gugur. Akibatnya Dewi Anjarwati
menjadi seorang janda yang dalam bahasa jawa disebut Rondo. Sejak itulah
Coban atau air terjun tempat bersembunyi Dewi Anjarwati dikenal dengan
Coban Rondo. Konon di bawah air terjun terdapat gua tempat tinggal
persembunyian Dewi Anjarwati dan batu besar di bawah air terjun
merupakan tempat duduk sang putri yang merenungi nasibnya.
(sumber https://sites.google.com/site/wisataairterjun/jawa-timur/coban-rondo---pandansari---malang.
Nah
itu dia asal-muasal kenapa dinamain Air Terjun Coban Rondo. Mungkin
buat ente yang punya informasi lebih bisa dishare di bawah. supaya kita
bisa saling tau :). Finally, buat yang belum pernah kesini suatu saat
bolehlah ngesot atau jalan sambil salto ketempat ini biar greget hehehe.
Oke sampai ketemu di cerita plesiran berikutnya. salam :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar